Museum

  • BUKIT KASIH
    Terletak di areal desa Kanonang, Kawangkoan. Bukit Kasih adalah salah satu cara untuk menghargai Tuhan melalui ciptaan-Nya. Bukit Kasih adalah pusat spiritual dimana penganut agama dari berbagai kepercayaan berkumpul, bermeditasi, dan beribadah, terletak di pangkuan perbukitan tropis yang subur dan berkabut. Berlokasi 55 kilometer dari kota Manado, Bukit Kasih menyambut wisatawan local dan mancanegara untuk beribadah sesuai kepercayaan mereka, Muslim, Kristen, Hindu, Budha atau kepercayaan lainnya. Satu-satunya tempat di dunia ini untuk semua orang yang mencari kedamaian dan kebenaran spiritual. Keterbukaan, keheningan, batu tinggi yang tidak tersentuh, dan alam yang indah. Diselimuti oleh tumbuhan hijau dan tumbuhan tropis, merupakan perjanjian tangan Allah yang sejati. Monumen ini didirikan untuk menunjukkan prinsip dasar timbal – balik, kasih dan cinta diantara para penganut kepercayaan yang ada di Sulawesi Utara. Berdasarkan legenda dari suku Minahasa, Bukit Kasih adalah tempat meninggalnya nenek moyang Minahasa : Toar dan Lumimuut.
  • BUKIT SIGUNTANG
    Bukit Siguntang letaknya di sebelah Barat kota Palembang. Bukit yang tingginya sekitar 27 meter dari permukaan laut ini, pada zaman Sriwijaya merupakan tempat suci bagi penganut agama Budha. Menurut sejarah, di bukit itu bermukim sekitar 1.000 pendeta Budha. Hingga kini Bukit Siguntang masih dianggap sebagai tempat yang dikeramatkan.

    Pada tahun 1920 di Bukit Siguntang ditemukan arca Budha bergaya Amarawati dengan wajah tipikal Srilangka dan diduga berasal dari abad XI Masehi. Arca tersebut kini diletakkan di halaman museum kota Sultan Mahmud Badaruddin, samping benteng Kuto Besak.
    Dipuncak bukit terdapat kuburan kuno yang dikeramatkan penduduk. Salah satunya adalah kuburan Sigentar Alam yang dijadikan tempat bersumpah beberapa penziarah. Menurut legenda Sigentar Alam adalah seorang raja pada masa akhir Sriwijaya.
    Bukit Siguntang belum lama ini direstorasi dan diperindah.

  • BUKIT BETABUH
    Bukit Betabuh yang terletak di Kecamatan Kuantan mudik (Lubuk Jambi) merupakan hutan lindung, yang banyak ditumbuhi pohon pinus dengan luas ± 450 hektar. Dari Bukit Betabuh kita dapat menikmati alam dan pemandangan sekeliling Danau Lubuk Jambi dengan suhu dan hawa pegunungan yang dingin

    Lokasi
    Kecamatan Kuantan Mudik
    Indragiri hulu

  • BUKIT COKIAK
    Panorama Indah Bukit Cokiak terletak di Kecamatan Sengigi terdtri darl dataran tinggi yang merupakan puncak dari sebuah bukit dan mempunyai lereng sehingga membentuk sebuah kerucut besar. Bukit Cokiak merupakan bukit yang tertinggi diantara tetangganya. BuWt tetangganya ditanami karet, cengkeh dan jambu mete sehingga menambah keindahan panorama Bukit Cokiak yang luasnya hannya t 3 hektar

    Lokasi
    Kecamatan Sengigi
    Indragiri Hulu

  • BUKIT BERBUNGA
    Bukit Berbunga terletak di desa Batu Ampar Kecamatan Keritang. Potensi alam yang terdapat di Bukit Berbunga merupakan kekayaan nabati, dimana tumbuh beraneka jenis bunga dengan warna-warni serta bau harum yang menyegarkan sepanJang tahun

    Lokasi
    Kecamatan Keritang
    Indragiri Hilir

  • BUKIT LANGKUAS
    Bukit Lengkuas terletak di kecamatan Bintan Timur kurang lebih 21 kilometer dari Tanjung Pinang, atau dapat di tempuh ± 30 menit dengan kendaraan roda empat. Bukit Langkuas memiliki keindahan alam yang perawan dan di tumbuhi pohon-pohonan serta gemercik air yang mengalir dari gunung

    Lokasi
    Kijang, Kecamatan Bintan Timur
    Kepulauan Riau

  • BUKIT SULIGI
    Hutan Lindung Bukit Suligi dengan luas areal lebih kurang 3.000 hektar terletak di Kecamatan Tandun dan Rokan IV Koto Kabupaten Kampar, 130 kilometer dari kota Pekanbaru. Di dalamnya terdapat sumber mata air panas, goa-goa, air terjun, sungai-sungai kecil serta jalan setapak yang mengasyikan. Hutan lindung ini potensial sekali untuk dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai objek wisata alam, wisata buru, camping ground, pembinaan cinta alam, penangkaran satwa tropical rain forest, hiking, rally, wisata tirta, fishing area serta taman hiburan

    Lokasi
    Kecamatan Tandun dan Rokan IV Koto
    Kampar

  • BUKIT BATU, BEKAS TAPAK KAKI MANUSIA
    Objek Wisata tersebut sangat menarik untuk dikunjungi dikarenakan terdapat peninggalan bekas tapak kaki manusia yang luar biasa besarnya. Bukit Batu terkenal karena Lancang Kuning dan Legenda Datuk Laksemana Raja di Laut dan dilengkapi dengan keindahan alam yang sangat menarik sebagai objek wlsata budaya peninggatan sejarah dan wisata alam.

    Desa Bukit Batu juga memiliki peninggalan sejarah lainnya seperti rumah peninggalan Datuk Laksemana, Meriam dan rumah-rumah yang bercirikan Khas Melayu.

    Lokasi
    Sungai Pakning
    Kabupaten : Bengkalis

  • REST AREA
    Bila sudah merasa lelah dalam perjalanan, kita bisa mampir di tempat peristirahatan umum yang terletak di atas bukit ini. Dari bukit yang terletak di pekon Sindang Pagar yang berjarak sekitar 68 Km dari Liwa ke arah Tanjung Karang, dapat kita lihat pemandangan alam berupa hamparan kebun kopi yang hijau. Selain itu terlihat pula liukan air Sungai way Besai yang merupakan salah satu sungai terbesar di Lampung Barat.

  • MUSEUM SUMPAH PEMUDA
    Museum ini digunakan untuk melindungi dan melestarikan gedung bersejarah. Semula dimiliki oleh seorang bernama Sie Kong Liang sejak tahun 1908 sampai dengan 1934 gedung tersebut disewa oleh Pelajar Stovia (School Tor Opleding Van Inlandesh Arsen) sebagai tempat tinggal, kemudian memberi nama Indonesia Club Gebouw (JC), dari gedung ini pada tanggal 28 Oktober 1928 lahir Sumpah Pemuda.

    Museum ini mempunyai koleksi antara lain Ruang Organisasi Pemuda, Ruang Tokoh Angkatan 28, Ruang Kepanduan, Ruang Kongres, Ruang W.R. Supratman dan Ruang Angkatan 66. Museum ini dioperasikan oleh Pemerintah DKI Jakarta pada tahun 1974.

    Terletak di Jl. Keramat Raya No. 106.

    Dibuka setiap hari kecuali Minggu dan hari libur:
    Senin s/d Kamis : Pukul 08.30 – 15.00 WIB
    Jum’at : Pukul 08.00 – 12.00 WIB
    Sabtu : Pukul 08.00 – 14.00 WIB.

  • MUSEUM SERANGGA
    Keanekaragaman serangga Indonesia, merupakan tema pameran dan peragaan yang ditampilkan di dalam museum ini. Di Indonesia, tidak kurang dari sekitar 250.000 jenis serangga hidup di dalam dan diatas tanah. di dalam dan di atas tumbuhan. hewan dan bahkan manusia. Memang ada yang merusak tetapi tidak kalah jumlahnya yang mengasyikkan. Ada yang indah. ada yang aneh. Ada yang sangat kecil, dan ada pula yang sangat besar. Ini semuanya dapat dilihat di Museum Serangga TMII terutama kumbang dan kupu-kupu yang sangat berwarna-warni, dan kelompok serangga menarik lainnya.

    Bertempat di :
    Taman Mini Indonesia Indah
    Tel : 021 – 8779 0120

  • MUSEUM SENI RUPA & KERAMIK
    Gedung yang dibangun tahun 1866-1870 ini semula berfungsi sebagai Raad van Justitie ( Dewan Kehakiman Belanda ). Bangunan ini diresmikan sebagai Museum Seni Rupa dan Keramik oleh Presiden Soeharto pada Agustus 1976.
    Koleksinya antara lain, aneka ragam karya seni lukis dari berbagai aliran mulai dari karya abstrak. Sedangkan keramik yang dipamerkan adalah keramik kuno, baik asing maupun lokak serta keramik kontemporer.

    Bertempat di :
    Jl. Pos Kota No. 2
    Jakarta Barat

  • MUSEUM SEJARAH JAKARTA
    Jl. Pintu Besar Utara No. 27
    Jakarta
    Tel : 021 – 692 9101
  • MUSEUM SEJARAH
    Pesona dan daya tarik obyek wisata yang ada di wilayah Kotamadya Jakarta Barat berupa museum dan peninggalan bersejarah berarsitektur gaya Eropa maupun Cina, seperti Bangunan Langgam Cina, Bangunan Toko Merah, dll. Selain itu juga Jakarta Barat memiliki gedung yang paling tua di Jakarta yaitu Gedung Museum Jakarta yang terletak di Jl. Taman Fatahillah No. 1 di daerah Kota, serta tempat-tempat peribadatan tua seperti Masjid Angke, Gereja Katholik Santa Maria De Fatima, dll.
  • MUSEUM SASMITA LOKA A. YANI
    Museum Sasmita Loka A. Yani terletak di Jl. Lembang No. 58, Menteng-Jakarta Pusat. Bangunannya bergaya arsitektur Indische, yang dibangun sekitar tahun 1930 pada saat pengembangan wilayah Menteng. Meseum ini semula adalah rumah tinggal pejabat maskapai swasta Belanda/Eropa, pada tahun 1950-an dikelola oleh Dinas Perumahan Tentara, kemudian di huni oleh Letjen A. Yani dalam kedudukannya sebagai periwira Tinggi TNI-AD yang jabatan terakhir Menteri/Panglima Angkatan Darat RI, Telp.3909192.

    Keberadaan Museum ini terkait dengan aspek kesejahteraan Nasional maupun kesejahteraan Jakarta. Ditempat ini terjadi peristiwa dimana Menteri/Panglima Angkatan Darat, Letjen A. Yani diculik oleh gerombolan PKI dan antek-anteknya pada tanggal 30 September 1965, atau yang dikenal dengan pemberontakan G-30-S PKI.

    Beliau menjadi sasaran utama kebiadapan PKI karena dianggap penghalang cita-cita PKI untuk mengkomuniskan RI. Di rumah yang sekarang menjadi Museum ini, beliau diculik dan dibunuh secara biadab oleh PKI dan antek-anteknya.

  • MUSEUM PURNA BAKTI PERTIWI
    Di seantero Taman Mini Indonesia Indah (TMII) saat ini rasanya tak ada tempat lain yang lebih menarik untuk dikunjungi kecuali Museum Purna Bhakti Pertiwi (MPBP). Maklum, museum megah ini berisi benda-benda yang punya sangkut-paut dengan mantan Presiden Soeharto.
    Dalam kompleks museum seluas hampir 20 hektar itu berdiri pula rumah pribadi Soeharto, yang setelah ia lengser keberadaannya sempat dipersoalkan banyak pihak, karena nilai pembangunannya mencapai puluhan milyaran rupiah.
    MPBP berisi ribuan potong barang yang semua punya sangkut dengan peran sejarah Soeharto, sejak bundel-bundel naskah pidatonya, senapan yang dipakai di masa revolusi, baju-baju dinas militer, sampai KRI Harimau, kapal perang yang digunakan dalam Operasi Mandala dan pembebasan Irian Jaya tahun 1963.
    Museum ini diresmikan pada tanggal 23 Agustus 1993 oleh Presiden Soeharto yang bertepatan dengan hari ulang tahun ke-70 Ny Tien Soeharto, yang juga menjadi penggagas pendiriannya. Luas museum secara keseluruhan adalah 25.095 meter persegi di atas tanah seluas 19,7 hektar.
    Memasuki bangunan yang arsitekturnya mirip nasi tumpeng itu -melambangkan rasa syukur, keselamatan dan keabadian- pengunjung disambut dua patung Panyembrama, patung selamat datang. Patung karya seniman Dewa Made Windia sumbangan Ny Siti Hardiyanti Rukmana ini, terbuat dari lempengan uang kepeng dengan tinggi 240 sentimeter. Panyembrama adalah tarian Bali yang biasa diperagakan untuk penyambutan tamu-tamu terhormat.
    MPBP terdiri atas bangunan utama enam lantai dengan tinggi 45 meter sampai puncak ornamen lidah api berwarna keemasan di atas kerucut terbesar. Sembilan kerucut kecil lainnya melingkari kerucut terbesar.
    Ruang Utama diapit empat tumpengan warna kuning. Ruang terdepan adalah Ruang Perjuangan, dikitari Ruang Khusus, Ruang Asthabrata, dan Ruang Perpustakaan.
    Di Ruang Utama tersimpan berbagai ragam cinderamata persembahan Tamu Negara RI, kenalan atau sahabat Presiden Soeharto. Tetapi juga ada cinderamata persembahan tamu-tamu atau pejabat dalam negeri. Semua cinderamata tersimpan dalam kotak kaca.
    Di antaranya, cinderamata pemberian PM Kamboja Hun Sen dan PM Malaysia Mahathir Mohamad masing-masing berupa tempat sirih terbuat dari perak. Dari PM Belanda Lubbers berupa patung burung dara terbuat dari perak, Presiden Meksiko Carlos Salinas de Gortari berupa kerajinan perak berbentuk labu, dan Presiden Kazakstan Nursultan Nazarbayev berupa seperangkat piring perak. Masih banyak lagi.
    Cinderamata pemberian pejabat atau rekan kerja mantan Presiden Soeharto maupun Ny Tien Soeharto, semisal sebuah kerajinan batu hias berupa mangkuk persembahan istri Bupati Tulungagung. Pada cinderamata itu tertulis: “Dipersembahkan kepada Ibu Tien Soeharto dari Ny Hardjanti Poernanto”.
    Pengusaha Sudwikatmono mempersembahkan ukiran kayu Johar (Cassia Siamea) berupa pasangan suami-istri yang “dikerubuti” 11 anak mereka. Pada keterangan patung yang diberi nama Menbrayut karya I Ketut Modern itu tertulis: “Zaman dahulu orang percaya banyak anak banyak rejeki. Saat ini kita percaya, banyak anak banyak masalah”.
    Masih di Ruang Utama berbentuk lingkaran dan luas itu, terdapat replika Peraduan Putri Cina. Replika ini terbuat dari batu giok-jadeite berwarna hijau dan berasal dari Propinsi Yunan, Cina. Konon replika dengan ukuran panjang 2,77 meter, lebar 2,14 meter, dan panjang 3,04 meter itu meniru peraduan putri Cina pada masa Dinasti Sung (960-1279) dan Dinasti Ming (1384-1644).
    Di Ruang Khusus, tersimpan tanda-tanda kehormatan yang pernah diberikan kepada Presiden Soeharto. Untuk menyebut beberapa, misalnya Bintang RI Adipura I yang diberikan pemerintah RI (1968), Bintang Mahaputra Adipurna (1968), dan Bintang Gerilya (1965).
    Tanda kehormatan dari beberapa negara sahabat, dari Uni Emirat Arab, Brunei Darussalam, Singapura, Jepang, dan lain-lain. Di Ruang Khusus ini pula tersimpan koleksi pedang kehormatan yang di antaranya dipersembahkan oleh Pemimpin PLO Yasser Arafat dan pedang kristal dari Presiden Kroasia Franjo Tudman.
    Karcis tanda masuk seharga Rp 2.000 (dewasa) dan Rp 1.000 (anak-anak), pengunjung dapat menikmati koleksi musuem ini pada hari Senin – Sabtu dari pukul 9.00 WIB hingga 16.00 WIB, sedangkan pada hari minggu, dibuka pada pukul 9.00 WIB hingga 18.00 WIB. Setiap pengunjung diantar pulang-pergi oleh empat kendaraan “jeepney” tanpa dipungut biaya lagi.

    Bertempat di :
    Jl. Taman Mini 1
    Jakarta Timur
    Tel : 021 – 840 1687, 840 1604

  • MUSEUM PRASASTI
    Museum Prasasti ini menempati bekas lahan pemakaman orang Belanda. Pemakamana yang bernama Kebon Jahe Kober ini, pada masa kolonial luas seluruhnya 5,5 hektar. Dibangun pada tahun 1795 sebagai pengganti pemakaman yang telah penuh yang berlokasi di samping Gereja Nieuwe Hollandse Kerk (Sekarang gedung Museum Wayang).

    Prasasti tiada lain wujud dari ungkapan perasaan. Goresan motif dan ornamen pada pahatan prasasti nisan seolah dapat bercerita tentang perasaan seseorang tentang saat ditinggal oleh kerabatnya menemui sang pencipta.

  • MUSEUM PEWAYANGAN
    Jalan Raya Pintu I TMII Kav. 7
    Tel : 021 – 841 6936
  • MUSEUM PERUMUSAN NASKAH PROKLAMASI
    Museum Perumusan Naskah Proklamasi terletak di jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta Pusat. Bangunan museum ini bergaya arsitektur Indische yang didirikan sekitar tahun 1930. Saat pengembangan wilayah Menteng. Semula diperuntukan bagi rumah tinggal pejabat maskapai swasta Belanda / Eropa. Dahulu Jalan Imam Bonjol disebut Nassau Boulevard Weg.

    Pada masa pendudukan Jepang bangunan ini menjadi rumah tinggal Laksamana Maeda perwira tinggi Angkatan Laut Bala Tentara Dai-Nippon. Aspek kesejarahan yang terkandung bangunan ini ialah di tempat dimana anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia ( PPKI ) melakukan rapat penting dalam merumuskan naskah Proklamasi pada malam tanggal 16 Agustus 1945 hingga dinihari tanggal 17 Agustus 1945. Naskah yang dirumuskan tersebut kemudian dibacakan pada pukul 10.00 waktu Jawa tanggal 17 Agustus 1945 oleh Ir. Soekarno.

    Bertempat di :
    Jalan Imam Bonjol 1, Jakarta
    Tel : 021 – 392 4259

    Sebelumnya

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s