Tugu / Monumen

  • MONUMEN KRAKATAU
    Taman Dipangga yang terletak di Telukbetung menyimpan salah satu bukti sejarah tentang dahsyatnya letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883. Bukti tersebut adalah sebuah rambu laut pelabuhan Telukbetung kala itu, yang terhempas oleh gelombang Tsunami akibat letusan Gunung Krakatau dan terdampar di Telukbetung Barat ± 1 Km dari lepas pantai. Sebuah monument dibuat didalam taman tepatnya didepan Kantor Polda Lampung. Rambu serupa juga ditemukan di Kelurahan Sukaraja Bandar Lampung.
  • TUGU PAHLAWAN KERJA
    Lokasi : Kecamatan Bukit Raya.
    Kotamadya : Pekanbaru.

    Tugu Pahlawan Kerja terletak sekitar km. 10 jalan raya Pekanbaru menuju Teratak Buluh Perhentian Marpoyan. Tugu ini dibangun sebagai tanda jasa bagi para pejuang yang banyak meninggal dunia pada masa penjajahan Jepang, di Daerah Riau. Bentuknya sangat sederhana, tapi nilai perjuangan para Syuhada ini tiada dapat dibayar dengan uang dan harta benda.

  • MONUMEN DAN MAKAM DR. SAM RATULANGI
    Sebuah monumen dan makam untuk mengingat seorang Pahlawan Nasional dari Sulawesi Utara, lahir di Tondano 1890 dan wafat pada tahun 1949. Berlokasi di sebuah bukit dengan panorama Danau Tondano dan di kelilingi oleh sawah yang hijau membuat tempat ini sangat disegani dan mengingat semangat Pahlawan Nasional DR. Sam Ratulangi selama masa revolusi.
  • SITUS KOTA KAPUR
    Adapun terjadinya Prasasti kota Kapur sangat eratnya hubungannya dengan perairan Selat Bangka yang sering dilintasi oleh kapal-kapal Nusantara maupun asing. Karena pada saat itu sering terjadinya perampasan terhadap kapal-kapal yang melintas diperairan tersebut sekitar 21 mil dari Pantai Kota Kapur (Penagan).

    Merajalelanya ulah-ulah para bajak laut ini sampailah kabarnya kepada Raja Sriwijaya yaitu Sultan Ratu Akhmad Badaruddin pada tahun 1700-an dan daerah-daerah sekitar perairan selat Bangka (Kota Kapur dan sekitarnya) dijadikan tempat sarang penyamun (persembunyian para bajak laut tersebut).

    Karena oleh para perampok dan pemberontak ini sudah tidak bisa dibiarkan lagi, akhirnya Raja Sriwijaya mengirimkan utusannya untuk memberantas para perampok dan pemberontak tersebut. Sehingga dikenalah dengan sebutan Prasasti Kota Kapur. Adapun isi dari perjanjian prasasti tersebut sebagai berikut :

    Menyatakan kesetiaan khalayak yang termasuk didalam kekuasaan Sriwijaya termasuk Pulau Bangka dan sekitarnya.
    Harus taat dan patuh kepada segala Peraturan dan Perundang-undangan yang telah ditetapkan oleh Raja Sriwijaya, dan penghapusan segala bentuk perampokan dan pemberontakan disetiap wilayah kekuasaan Sriwijaya.

    Desa Kota Kapur Kecamatan Mendo Barat terletak di pinggir Sungai Mendo yang bermuara di selat Bangka . Di desa inilah ditemukan Prasasti (Batu bertulis) yang disebut Lingga.

    Batu bertulis ini ditemukan oleh JK. Fander Meulend, orang Belanda pada tahun 1892, pada waktu itu beliau menjabat sebagai Administrator di Sungai Selan. Tulisan pada prasasti ini ada sepuluh baris dipahat mempergunakan aksara pallawa dalam bahasa Sangsakerta. Prasasti tersebut sekarang berada di musium Nasional Jakarta.

    Pada tahun 1978 ditemukan ( diperkirakan alas prasasti tersebut) oleh penduduk desa Kota Kapur di areal situs. Alas prasasti ini berukuran :

    Panjang = 30 cm, Lebar 52 cm, lebar = 17 cm dan berat 7 kg. Alas prasasti tersebut sekarang berada dirumah Pak Zubir selaku juru pelihara Situs Kota Hapur.

    Situs Kota Kapur ini sudah dua kali diadakan penelitian oleh Tim Arkeologi Nasional bekerjasama dengan Tim Arkeologi dari Perancis tahun 1994 dan 1995.

  • TUGU PAHLWAN KERJA
    Tugu Pahlawan Kerja terletak sekitar km. 10 jalan raya Pekanbaru menuju Teratak Buluh Perhentian Marpoyan. Tugu ini dibangun sebagai tanda jasa bagi para pejuang yang banyak meninggal dunia pada masa penjajahan Jepang, di Daerah Riau. Bentuknya sangat sederhana, tapi nilai perjuangan para Syuhada ini tiada dapat dibayar dengan uang dan harta benda.

    Lokasi
    Kecamatan Bukit Raya
    Kotamadya Pekanbaru

  • TUGU PERINGATAN JEPANG
    Tugu ini dikelilingi oleh Hutan dan Perkebunan yang indah. Monumen yang terbuat dari batu dengan tulisan Kanji didirikan sebagai bentuk penghormatan kepada Tentara Jepang yang gugur dalam Perang Dunia II.

    Wisatawan yang berasal dominan sering mengunjungi monumen ini untuk mengadakan ritual keagamaan.

    Lokasi
    Kelurahan Lamaru
    Balikpapan

  • TUGU AUSTRALIA
    Merupakan tugu penghormatan bagi Tentara Australia ( Pasukan Divisi VII Australia ) yang gugur melawan tentara Jepang.

    Lokasi
    Jl. Jend. Sudirman
    Balikpapan

  • MONUMEN PERJUANGAN RAKYAT
    Monumen ini menggambarkan keberanian rakyat melawan penjajah

    Lokasi
    Jl. Jend. Sudirman
    Depan Kantor Makodam VI Tanjung Pura
    Balikpapan

  • MONUMENT FOUR FACED BUDHA
    Monument Four Faced Budha atau dengan nama lain Patung Dewa Empat Muka. Bangunannya menyerupai Four Faced Buddha Monument di Thailand namun lebih tinggi yang di Surabaya.

    Patung ini memiliki empat filosofi kebaikan yang dimiliki oleh sang Budha. Empat kebaikan ini bermakna, budha adalah wujud kasih sayang sesama Manusia, membantu siapapun tanpa diskriminasi, dan setia dalam doa atau permohonan yang disampaikan dalam prosesi ritual.
    Sumber : Navigasi Net

    Alamat
    Surabaya
    Jawa Timur

  • MEMORIAL BERINGIN
    Tahun 1994 tentara Jepang menanam pohon Beringin sebagai tanda untuk memperingati masa tugas mereka di desa Tawiri.Sejak tahun 1994 setiap bulan Juni mantan tentara Jepang mengunjungi lokasi ini mengadakan upacara dengan teman dan kerabatnya.

  • MONUMEN PERANG DUNIA II TENTARA AUSTRALIA
    Monumen ini dibangun dengan maksud untuk mengenang Tentara Australia yang gugur melawan tentara Jepang di lokasi ini.
  • TUGU MARTHA CRISTINA TIAHAHU
    Martha Cristina Tiahahu merupakan Pahlawan wanita yang berasal dari Ambon. Ia membantu ayahnya berjuang melawan penjajah Belanda. Ia ditangkap dan diasingkan ke Pulau Jawa dan akan dipekerjakan diperkebunan teh dan kopi.

    Panorama tepat berdirinya Tugu Martha Cristina Tiahahu sangat indah dari lokasi ini dapat terlihat Teluk Ambon dan sebagian besar kota Ambon.

  • MONUMEN PERINGATAN RHUMPIUS
    George Everhard atau Rhumpius merupakan peneliti dibidang Flora dan Fauna yang keturunan Jerman berwarganegara Belanda yang pernah tinggal di Ambon.

    Ia mengadakan penelitian di Desa Hila, semenanjung Laihitu. Karya terbesarnya berjudul “ Het Kruidboek “ yang berarti buku tentang tumbuh – tumbuhan. Dalam buku ini diuraikan tentang jenis tumbuhan yang terdapat di Ambon.

    Lokasi
    Jl. Pattimura
    Ambon

  • TUGU PATTIMURA
    Tugu ini dibangun dengan maksud untuk mengenang Pahlawan Nasional yang bernama Thomas Matulessy atau lebih dikenal dengan sebutan Pattimura. Pattimura gigih bertempur melawan penjajah Belanda dan berhasil mengambil alih Benteng Duurstede di Pulau Saparua.

    Tugu atau Monumen Pattimura didirikan tepat ditempat ia bersama pengikutnya mendapat hukuman gantung.

    Lokasi
    Persimpangan Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Imam Bonjol
    Ambon

  • MONPERA
    Monumen ini terletak di tengah – tengah kota Palembang. Monpera dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Sumatera Selatan ketika melawan penjajah. peristiwa tersebut dikenal dengan ” Pertempuran Lima Hari ” yang terjadi tanggal 1 Januari 1947.

    Koleksi yang terdapat di Monumen ini berupa senjata yang dipergunakan untuk bertempur, dokumen perang dan benda yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Monumen ini dibuka untuk kalangan umum.

  • MUSEUM PERJUANGAN SUB KOS GARUDA SRIWIJAYA
    Museum ini menggambarkan semangat penduduk kota Lubuk Linggau mempertahankan kemerdekaan. Bangunan ini dibangun dengan bergaya arsitektur tradisional. Koleksi yang terdapat di museum ini antara lain lokomotif kereta api. Sewaktu melawan penjajah gedung ini pernah digunakan sebagai Markas TNI.

    Lokasi
    Kota Lubuk Linggau

  • TUGU MUDA
    Tugu Muda ini berbentuk menyerupai lilin berdiri tegak di tengah persimpangan jalan. Bangunan ini dibangun untuk mengenang sifat heroisme pejuang Semarang melawan penjajah Jepang. Tugu ini juga dikenal dengan Peristiwa pertempuran selama lima hari di kota Semarang.

    Pada kaki monumen terdapat relief yang menggambarkan kesengsaraan rakyat Indonesia di masa jaman penjajahan Jepang, seperti relief Hongeroedem, relief pertempuran, relief penyerangan, relief korban dan relief kenangan.

  • PATUNG SURA DAN BUAYA
    Patung Sura dan Buaya ini merupakan lambang dari kota Surabaya. merupakan lambang dari kota Surabaya. Surabaya kini telah tumbuh berkembang sebagai pusat perindustrian, perdagangan, jasa, maritim dan pendidikan bagi kawasan Indonesia bagian timur.
  • MONUMEN RONGGOLAWE
    Monumen yang terletak di jalan Taman Joyoboyo ini didirikan untuk memperingati bahwa di kota ini mempunyai semangat kepahlawanan yang tinggi.
  • MONUMEN PERJUANGAN POLRI
    Monumen ini melambangkan semangat perjuangan serta kegigihan pejuang yang tergabung dalam perjuangan POLRI dalam melawan penjajah. Dengan senjata seadanya sehingga berhasil menguasai gedung St. Louis
    sebelumnya

    Sebelumnya

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s