Candi

  • CANDI BOROBUDUR
    Borobudur merupakan candi terbesar di dunia, yang merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia.

    Dibangun pada abad VIII , merupakan hasil kerja keras dan di tunjang ketekunan para pekerja dan dedikasi yang tinggi dari kerabat dan rakyat Wanga Sailendra yang berkuasa pada masa itu.

    Candi itu benar – benar menampilkan kebesaran kerajaan Cailendra , yang berusaha menggambarkan riwayat hidup Sidharta Budha Gautama dan menjelaskan ajaran – ajarannya melalui relief-relief yang terukir indah pada dinding candi. Dari puncak candi dapat dilihat alam sekeliling yang indah, Gunung Sumbing sebagai salah satu tipe gunung berapi yang ada di daerah Jawa Tengah yang mengepulkan asap tampak disebelah barat diantara awan yang begerak.

  • CANDI MUARA TAKUS
    Candi Muara Takus merupakan candi terbesar di Sumatera. Stupa candi ini tidak lazim seperti candi aliran Budha lainnya. Umumnya Stupa candi – candi Budha berbentuk lonceng duduk. Lokasi wisata ini terletak sekitar 135 km dari kota Pekanbaru.
  • CANDI GEBANG
    Candi ini merupakan peninggalan agama Hindhu dari dari abad VII. Diperkirakan didirikan oleh seorang raja dari wangsa Sanjaya.

    Keistimewaan dari candi ini adalah Puncak candi berupa Lingga yang berdiri di atas bunga Seroja, dan didalam bilik belakang terdapat Patung Ganecha yang duduk diatas landasan Yoni. Sedang balam bilik utama yang biasanya ditempati oleh dewa yang dipuja, pada candi tidak ada tangga ( batu berundak ) yang menghubungkan kaki candi dengan bilik utamanya, sehingga bilik tersebut sulit dicapai / disaksikan.

  • CANDI BARONG
    Disebut candi Barong karena terdapat hiasan kala di relung tubuh candi yang
    tampak seperti Barong. Candi ini merupakan candi peninggalan agama Hindu.

    Lokasi
    Dusun Candisari
    Bokoharjo, Prambanan

  • CANDI KRATON BOKO
    Di kawasan inilah bekas istana Boko berada. Istana Boko sendiri didirikan oleh Raja Balaputeradewa.

    Dari bekas istana ini dapat diamati seluruh kegiatan dataran rendah dan sekelilinginya.

  • CANDI BOROBUDUR
    Borobudur merupakan candi terbesar di dunia, yang merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia.

    Dibangun pada abad VIII , merupakan hasil kerja keras dan di tunjang ketekunan para pekerja dan dedikasi yang tinggi dari kerabat dan rakyat Wanga Sailendra yang berkuasa pada masa itu.

    Candi itu benar – benar menampilkan kebesaran kerajaan Cailendra , yang berusaha menggambarkan riwayat hidup Sidharta Budha Gautama dan menjelaskan ajaran – ajarannya melalui relief-relief yang terukir indah pada dinding candi. Dari puncak candi dapat dilihat alam sekeliling yang indah, Gunung Sumbing sebagai salah satu tipe gunung berapi yang ada di daerah Jawa Tengah yang mengepulkan asap tampak disebelah barat diantara awan yang begerak.

  • CANDI SAMISARI
    Candi Samisari merupakan candi hindu abad ke X yang diperkirakan dibangun oleh seorang raja dari Wangsa Sanjaya. Bilik utama dari candi ini terdapat patung Siwa sebagai maha guru.

    Candi ini ditemukan pada tahun 1966 secara tidak sengaja oleh seorang petani, yang telah membenturkan cangkulnya pada puncak candi yang terbenam diladangnya.

  • CANDI SARI
    Candi yang terletak 2,5 kilometer di sebelah barat komplek candi Prambanan atau 15 kilometer dari pusat kotaYogyakarta.

    Candi yang menghadap ke arah Timur ini, dulunya merupakan wihara Budha dengan puncak atapnya yang berhiasan 9 stupa yang sama dan sebangun tersusun dalam tiga deret dimana dibawah masing-masing stupa tersebut memiliki bilik bertingkat dua yang digunakan untuk tempat tinggal para Bhiksu (Pendeta) agama Budha, sebagai tempat meditasi dan tempat mengajar para siswanya.

  • CANDI KALASAN
    Candi Kalasan merupakan peninggalan Budha yang tertua di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah yang dibangun pada Tahun 778 Masehi. Candi ini dibangun sebagai persembahan kepada Dewi Tara Candi Kalasan ini bercorak Budha namun pendirinya adalah Rakai Panangkaran dari Wanca Sanjaya yang menganut agama Hindu, atas bujukan Guru-Gurunya dari Wanca Syailendra yang menganut Agama Budha.
  • CANDI BANYUNIBO
    Banyunibo berarti air menetes. Candi ini merupakan peninggalan agama Budha abad IX. Candi ini juga disebut “Si Sebatang Kara Banyu Nibo” karena letaknya yang terpencil ditengah persawahan dan rumpun pisang terpisah dari kelompok candi-candi yang lain.

  • CANDI PLAOSAN
    Candi Plaosan terletak kira-kira 1 Km di sebelah timur Candi Sewu. Candi Budha ini terdiri dari 2 Candi Utama yang berdiri tegak berdampingan, masing-masing memiliki teras dasar relief dipahat disebelah selatan candi utama menggambarkan seorang laki-laki , dan yang satunya lagi menggambarkan seorang wanita. Obyek lain yang sangat menarik untuk dilihat adalah perwara candi yang berbentuk Stupa.
  • CANDI SEWU
    Candi Sewu terletak hanya beberapa ratus meter timur laut candi Prambanan, Candi Sewu merupakan candi Budha termasuk beberapa candi kecil antara lain : CandiLumbung, Candi Asu, Candi Bubrah, dan Candi Lor Kulon.
  • CANDI PRAMBANAN
    Candi Prambanan ini merupakan peninggalan Hindu yang terbesar di Jawa Tengah dan Daerah IstimewaYogyakarta.

    Agama Hindhu mengenal Tri Murti yang terdiri dari Dewa Brahma sebagai Sang Pencipta, Dewa Whisnu sebagai Sang Pemelihara, Dewa Shiwa sebagai Sang Perusak.

    Bilik utama dari candi induk ditempati Dewa Shiwa sebagai Maha Dewa sehingga dapat disimpulkan bahwa candi Prambanan merupakan candi Shiwa. Candi Pramabanan atau Candi Shiwa ini juga sering disebut sebagai candi Roro Jonggrang berkaitan dengan Legenda yang menceriterakan tentang seorang dara yang Jonggrang ( jangkung ) Putri Prabu Boko.

  • CANDI MUARA TAKUS
    Kompleks candi ini terletak di desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar atau jaraknya kurang lebih 135 kilometer dari Kota Pekanbaru. Jarak antara kompleks candi ini dengan pusat desa Muara Takus sekitar 2,5 kilometer dan tak jauh dari pinggir sungai Kampar Kanan.

    Kompleks candi ini dikelilingi tembok berukuran 74 x 74 meter diluar arealnya terdapat pula tembok tanah berukuran 1,5 x 1,5 kilometer yang mengelilingi kompleks ini sampal ke pinggir sungai Kampar Kanan. Di dalam kompleks ini terdapat pula bangunan candi Tua, candi Bungsu dan Mahligai Stupa serta Palangka. Bahan bangunan candi terdiri dari : batu pasir, batu sungai dan. batu bata. Menurut sumber tempatan, batu bata untuk bangunan ini dibuat di desa Pongkai, sebuah desa yang terletak di sebelah hilir kompleks candi. Bekas galian tanah untuk batu bata itu sampai saat ini dianggap sebagai tempat yang sangat dihormati penduduk. Untuk membawa batu bata ke tempat candi, dilakukan secara beranting dari tangan ke tangan. Cerita ini walaupun belum pasti kebenarannya memberikan gambaran bahwa pembangunan candi itu secara bergotong royong dan dilakukan oleh orang ramai.

    Selain dari candi Tua, candi Bungsu, Mahligai Stupa dan Palangka, di dalam kompleks candi ini ditemukan pula gundukan yang diperkirakan sebagai tempat pembakaran tulang manusia. Diluar kompleks ini terdapat pula bangunan-bangunan (bekas) yang terbuat dari batu bata, yang belum dapat dipastikan jenis bangunannya.

    Kompleks candi Muara Takus, satu-satunya peninggalan sejarah yang berbentuk candi di Riau. Candi yang bersifat budhistis ini merupakan bukti pernahnya agama Budha berkembang di kawasan ini beberapa abad yang silam. Kendatipun demikian, para pakar purbakala belum dapat menentukan secara pasti kapan candi ini didirikan. Ada yang mengatakan abad kesebelas, ada yang mengatakan abad keempat, abad ketujuh, abad kesembilan dan sebagainya. Tapi jelas kompleks candi ini merupakan peninggalan sejarah masa silam.

    Lokasi
    Kecamatan XIII Koto
    Kabupaten : Kampar

  • CANDI SONGGORITI
    Lokasi Candi Songgoriti terletak di sebuah lembah yang memisahkan antara lereng gunung Arjuna dengan lereng Gunung Kawi. Candi ini dibangun diatas mata air panas yang diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

    Dilihat dari gaya arsitektur yang sederhana Candi ini digolongkan sebagai candi tertua yang di Jawa Tengah dan mempunyai hiasan ragam Jawa Tengah.
    Sumber : Navigasi Net

    Alamat
    Desa Songgokerto
    Batu

  • CANDI KIDAL
    Candi Kidal merupakan tempat abu jenazah raja kedua dari Kerajaan Singosari (1227 – 1248) yaitu Anusapati yang dipuja sebagai Syiwa. Candi ini menghadap Barat mempunyai tinggi 12,5 meter diperkirakan selesai pembangunannya sekitar tahun 1260.

    Pahatan terindah terdapat dibelakang (sebelah timur) yaitu menggambarkan Garuda sedang membawa Amarta Pahatan Kala sudah lain dengan pahatan dari Jawa Tengah karena rahang bawahnya ditampakkan.

    Lokasi
    Desa Kendal
    Kecamatan Tumpang
    Malang

  • CANDI JAJAGHU / JAGO
    Candi Jajaghu / Jago merupakan pusara Raja Wisnuwardhana dari Kerajaan Singosari sebagai Budha Amogapasya yang mangkat pada tahun 1268.

    Keunikan dari Candi ini terletak di lima buah relief yang mengandung cerita. Seperti ceritera Tantri Kamandeka, Kuntjarakarna, Parthayajna, Arjunawiwaha dan Krisnayana dengan bentuk-bentuk pelakunya yang mirip wayang kulit.

    Lokasi
    Desa Tumpang
    Kecamatan Tumpang

  • STUPA SUMBERAWAN
    Bangunan Stupa Sumberawan ini menyerupai candi, karena posisinya yang menjulang ke atas. Menurut Empu Prapanca, stupa ini pernah dikunjungi oleh Hayam Wuruk pada tahun 1359.

    Di sekitar Stupa Sumberawan terdapat kolam – kolam teratai yang dikenal dengan sebutan “Kasuranggahan” yang berarti Taman Bidadari. Stupa Sumberawan terletak di tengah hutan kecil dilereng Gunung Arjuno.

  • CANDI GEDONGSONGO
    Candi Gedongsongo ini terletak diketinggian 1800 meter diatas permukaan laut dengan suhu rata – rata berkisar 19 – 27 derajat Celcius. Pemandangan alam yang indah dan di lokasi wisata ini terdapat mata air yang mengandung belerang.

    Banyaknya peninggalan purbakala yang terdapat di kawasan Candi Gedongsongo
    ini menarik perhatian wisatawan domestik atau mancanegara untuk berkunjung ke sini.

    Lokasi
    Kecamatan Ambarawa
    Salatiga
    Jawa Tengah

  • CANDI DUKUH
    Lokasi Candi Dukuh berada disekitar Banyubiru. Belum diketahui secara pasti mengenai keberadaan dan yang membuat Candi Dukuh ini.

    Lokasi
    Salatiga
    Jawa Tengah

    sebelumnya

    Sebelumnya

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s